tentang saham

pengertian reksadana menurut para ahli

Reksadana berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti menjaga dana atau aset. Masyarakat dunia secara luas sering menyebut investasi ini sebagai mutual fund. Dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut berarti dana bersama atau dana kolektif.

Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (Undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat 27).

Keuntungan investasi reksa dana adalah bersifat likuid dimana unit penyertaannya dapat dijual sesuai dengan waktu yang diinginkan oleh investor, dan investor dapat memilih jenis reksa dana sesuai dengan preferensi masing-masing investor.

Berikut ini pengertian masing-masing reksadana menurut para ahli di antaranya:

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:49),  pengertian Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek.

Reksa Dana adalah sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas (Darmadji, 2006:153).

Reksa Dana adalah surat berharga yang diterbitkan oleh manajer investasi, kemudian dijual kepada investor. Selanjutnya hasil penjualan tersebut digunakan untuk membuat portofolio efek agar risiko investasi menurun, namun dengan keuntungan yang relatif besar (Widoatmodjo, 2009:110).

Menurut Reilly dan Brown (2000:1207), Reksa dana adalah lembaga yang menghimpun uang dari para pemegang unit dan kemudian menginvestasikannya dalam berbagai surat berharga, seperti saham, obligasi dan pasar uang.

 

jenis-jenis Reksa Dana

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001:149), reksa dana dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk, sifat, portofolio investasi dan tujuan investasi.

1. Reksa dana berdasarkan bentuknya 

Reksa dana berdasarkan bentuknya, dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Reksa Dana berbentuk Perseroan (corporate type). Perusahaan penerbit reksa dana menghimpun dana dengan menjual saham, dan selanjutnya dana dari hasil penjualan tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal maupun pasar uang.
  2. Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (contractual type). Merupakan kontrak antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan, dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif. Bentuk ini lebih populer dan jumlahnya semakin bertambah dibandingkan dengan reksa dana yang berbentuk Perseroan.

b. Reksa dana berdasarkan sifatnya

Reksa dana berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Reksa Dana bersifat Tertutup (Closed-End Fund). Reksa dana yang tidak dapat membeli kembali saham-saham yang telah dijual kepada pemodal. Artinya, pemegang saham tidak dapat menjual kembali saham atau unit penyertaannya kepada Manajer Investasi. Apabila pemilik saham hendak menjual sahamnya, harus dilakukan melalui Bursa Efek.
  2. Reksa Dana bersifat Terbuka (Open-End Fund). Reksa dana yang menawarkan dan membeli kembali saham-sahamnya dari pemodal sampai sejumlah modal yang sudah dikeluarkan. Pemegang saham jenis ini dapat menjual kembali saham atau unit penyertaannya kepada Manajer Investasi melalui Bank Kustodian, dan Bank Kustodian wajib membelinya sesuai dengan NAB per unit pada saat itu.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.